Kamis, 16 Februari 2012

SITUS KUBUR ISLAM DI SOKA

Masuknya pengaruh agama Islam ke Nusantara, sampai sekarang masih menjadi perbedaan pendapat dikalangan para ahli sejarah. Secara garis besar ada dua pendapat dengan argumentasi sendiri-sendiri, yaitu :
A.      Agama Islam pertama kali masuk ke Nusantara mulai abad VII Masehi. Pada abad pertama dimulai penyebaran agama Islam dari jajirah Arab, agama Islam juga disebarkan secara langsung diluar jajirah Arab, khususnya di Nusantara. Pendapat ini didukung oleh berita dari Cina yang menceritakan bahwa Raja Ta-Shih meletakkan kantong berisi emas ditengah-tengah jalan kerajaan Kalingga yang ketika itu diperintah oleh Ratu Shima. Para sarjana menyetujui argumentasi mengenai istilah Ta-Shih yang mengarah pada pengertian tentang kelompok orang-orang Arab. Dengan demikian, kalau dugaan ini betul, artinya sudah ada orang-orang Arab yang menginjakkan kakinya dibumi Nusantara pada waktu itu. Artinya, berita dari Cina tersebut secara jelas menceritakan bahwa agama Islam masuk ke Nusantara sejak abad ke VII, tepatnya dikerajaan Kalingga.
B.      Agama Islam masuk ke Nusantara sekitar abad XI Masehi sampai abad XIII Masehi. Pendapat ini didasarkan pada bukti-bukti arkheologi seperti Batu Tulis Lobu Tua (Barus, Aceh) yang berangka tahun 1088. Dugaan mengenai orang-orang Arab di Nusantara didukung oleh kitab Chau Ju Kou atau Khou Ku Fei yang diterbitkan pada tahun 1178 Masehi. Salah satu keterangan dari kitab tersebut adalah mengenai dua tempat tinggal orang-orang Ta-Shih di Asia Tenggara, yaitu Feloan (Kuala Brang dipinggir sungai Trengganu) dan Sumatera Selatan. Selain itu, pendapat kedua ini juga didukung oleh berita dari Marco Pollo dan Ibnu Batuta yang berasal dari tahun 1297 Masehi. Diperkuat pula oleh bukti arkheologis berupa batu nisan makan Sultan Malik Al Saleh, di Aceh yang berangka tahun 1297.
Berdasarkan dua pendapat tadi, dapat disimpulkan bahwa masuknya agama Islam ke Nusantara dimulai pada abad ke VII Masehi. Tetapi bukti-bukti yang mendukung pendapat pertama ini hanya berupa keterangan mengenai orang-orang Arab dan pemukiman Arab, yang sebenarnya adanya orang-orang Arab tersebut membuktikan adanya koloni orang yang sudah masuk Islam diantara penduduk Nusantara. Dengan demikian, penyebaran agama Islam sudah dirintis sejak abad ke VII Masehi. Sedangkan pada sekitar abad XI Masehi sampai abad XIII sudah muncul kekuatan politik Islam di Nusantara yaitu dengan berdirinya kerajaan Perlak dan kerajaan Samudra Pasai.
Menurut dua pendapat tadi, ada petunjuk bahwa Islam sudah ada di Nusantara sebelum kerajaan Majapahit berdiri yang disebarkan oleh para ulama yang menjadi pedagang. Penyebaran agama Islam oleh ulama dan pedagang, seperti yang dilakukan oleh Fatimah binti Maimun yang meninggal dunia di Leran, Gresik pada tahun 1082 Masehi. Selain itu ada kemungkinan bahwa Islam masuk ke Jawa Timur sebelum Fatimah binti Maimun datang.
Berdasarkan penelitian Dr. Prijono dan Aboebakar, agama Islam masuk ke Jawa Timur  pada tahun 1292 Masehi, sebelum jaman Raden Wijaya yang mendirikan kerajaan Majapahit. Bahkan berdasarkan bukti arkheologi bahwa diwilayah Tralaya ditemukan dua batu nisan sebelum Majapahit berdiri, pada tahun 1281.
Berita Tionghoa berasal dari tahun 1416 menyebutkan bahwa dipulau Jawa sudah banyak pendatang yang memeluk agama Islam, sedangkan penduduk asli Jawa Timur masih menganut agama Hindu. Dengan begitu di Majapahit sudah ada tokoh-tokoh, pejabat dan bangsawan Majapahit yang sudah masuk Islam. Hal ini dibuktikan oleh situs kubur Islam didusun Soka, desa Karangsari, kecamatan Rejotangan, kabupaten Tulungagung. Sedangkan letak situs tersebut disebelah utara tepi sungai Coban. Menurut cerita yang dipercaya oleh masyarakat setempat, ketika Mas Fatah membuka hutan disebelah utara sungai Coban, sudah ada makam Mbah Demang.
Perlu diketahui bahwa usia situs kubur Islam Soka, usianya sudah sangat tua yaitu sejak akhir Majapahit dan awal kerajaan Demak. Buktinya ada dua peninggalan berupa prasasti dan batu yoni yang terdapat ada areal makam yang sangat luas. Pada areal makam juga terdapat batu nisan makam Raden Mas Fatah yang bertuliskan huruf Arab. Sebelah utara areal makam juga ditemukan tumpukan bata-bata kuno, yang oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai pondasi masjid.
no
abad
tahun
bukti sejarah Islam
1
11
1082
Batu nisan makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, Jatim
Fatimah seorang ulama dan pedagang Islam dari Arab
2
11
1088
Batu tulis Lobu Tua (Barus, Aceh)
3
12
1178
Kitab Chau Ju Kou atau Khou Ku Fei
4
13
1281
Batu nisan Tralaya
5
13
1292
Islam masuk di Jawa Timur, sebelum Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit
6
13
1297
Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh di Aceh
Berita Marco Pollo dan Ibnu Batuta
7
15
1416
Berita Tionghoa mengenai masuknya agama Islam di Jawa Timur

abad
tahun
abad
tahun
1
1
100
12
1101
1200
2
101
200
13
1201
1300
3
201
300
14
1301
1400
4
301
400
15
1401
1500
5
401
500
16
1501
1600
6
501
600
17
1601
1700
7
601
700
18
1701
1800
8
701
800
19
1801
1900
9
801
900
20
1901
2000
10
901
1000
21
2001
2100
11
1001
1100





Tidak ada komentar:

Posting Komentar